Gue kan sudah pernah ceritain kalau gue orangnya sangat keras kepala. Kayaknya diotak gue sudah tertanam metafora perang. Jadi, gue melihat setiap konflik adalah perang, jika ada perang maka harus ada pihak yang kalah dan menang. Gue merasa harus selalu menang, nah metafora perang itu yang membentuk mentalitas menang/kalah, disini gue akan menceritakan apa saja yang mendukung mentalitas menang/kalah itu, yang dimaksud dengan menang/kalah disini bukan menang atau kalah. Tetapi, gue menang dan lu kalah. 1. Olahraga, gue dulu mengembangkan paradigma bahwa kehidupan adalah sebuah pertandingan besar, sebuah permainan dimana sebagian menang dan sebagian kalah, "Menang" adalah "mengalahkan" dalam olahraga. 2. Dunia akademis mengukuhkan mentalitas menang/kalah. Pada dasarnya, guru mengatakan bahwa lu mendapatkan A karena orang lain mendapatkan C. Ia menafsirkan nilai seseorang dengan membandingkannya dengan orang lain. Kompetisi, bukan kerja sama, merupakan inti...