Bermimpi bukannya buruk, itu hanya merupakan langkah pertama. Langkah selanjutnya adalah menghadapi pembunuh mimpi yang jahat bernama "realitas" serta rintangan yang akan selalu hadir. Setelah bermimpi, pikirkan 'apa yang menghalangi mimpi gue? Dan apa yang akan gue lakukan untuk menghadapinya?'. Istilah psikologisnya adalah "implementasi niat" kita bisa menyebutnya sebagai "rencana". Pakai rencana WOOP (wish outcome obstacle plan). Bisa di terapkan ke hampir semua tujuan, mulai dari karier, relasi, olahraga, sampai penurunan berat badan. Ambil contoh. Apa keinginan lu? Pernikahan yang sempurna. Apa hasil yang di dapatkan dari itu? Kehidupan rumah tangga yang bahagia tanpa pertengkaran. Apa kemungkinan rintangan nya? Kami terus bertengkar tentang apa yang akan di beli di IKEA. Jadi apa rencana lu? Jika kami mulai bertengkar tentang warna perabotan yang akan di beli, gue akan mendengar pendapat pasangan gue dan sungguh-sungguh mempe...