Skip to main content

THE CROWN OF THE KING FORGED WITH BLOOD AND PAIN

Gue tambahin sendiri pain nya,
Karena ada rasa sakit tapi tidak berdarah 


Selamat membaca 👌

Para optimistis mungkin membohongi dirinya sendiri. Tetapi, jika kita semua berhenti percaya bahwa segalanya bisa berubah, tidak akan ada perubahan. Kita membutuhkan sedikit fantasi agar bisa tetap berjalan maju.

Psikolog Shelley Taylor mengatakan 'benak yang sehat menceritakan dusta yang menyanjung kepada dirinya sendiri'. 

Orang yang pesimistis lebih akurat dan realistis, dan akhirnya mereka depresi. 

Itu sebabnya gue selalu "bicara positif dengan diri sendiri".

Kurang lebih begini kata-kata nya 
A KING AREN'T BORN HE'S MADE  (SEORANG RAJA TIDAK LAHIR DIA DIBUAT).

THE CROWN OF THE KING FORGED WITH BLOOD AND PAIN (MAHKOTA RAJA DITEMPA DENGAN DARAH DAN RASA SAKIT).

NEVER GIVE UP BECAUSE GREAT THINGS TAKE TIME (JANGAN PERNAH MENYERAH KARENA HAL-HAL HEBAT MENGAMBIL WAKTU) 
dll. 

Ketika gue lagi kacau, dan jika gue lagi menjalani therapy yang menyakitkan, gue ingat-ingat kata-kata itu aja, gue menganggap bahwa ujian yang gue terima ini sebagai "tempaan" untuk menjadi Raja nanti. Ya, gue tahu ini memang tidak realistis, tapi alasan itu yang membuat gue bertahan sejauh ini. 

Gue ingin menyampaikan rasa terimakasih gue terhadap Pinterest, karena disana gue mendapatkan banyak suntikan motivasi, gue tinggal ketik di search 'motivational quotes (kutipan-kutipan motivasi) ' atau 'positive quotes (kutipan-kutipan positif)'. Keluar dah banyak kutipan-kutipan keren. Ya, walaupun bahasa inggris gue pas-pasan, entah kenapa sekarang rasa ingin tahu gue tuh besar, jika ada kutipan yang gue tidak tahu gue cari tuh di goggle translate. 

Dulu mah gue gak gini, waktu masih sehat gue masa bodo sama ginian, kalau ada yang gue gatau gue tinggal nyuruh sahabat-sahabat gue buat ngartiin. 

Hmm, mungkin ini salah satu hikmah dari musibah yang gue terima, jika gue masih bertahan dengan kebiasaan lama gue, gue gak akan bisa berkembang karena gue tinggal "terima jadi". Jadi kesimpulan nya adalah Allah sayang gue, Allah mau gue berkembang menjadi lebih baik dari sebelumnya. 

Ketika bersikap optimis, penelitian menunjukkan bahwa kita mendapatkan banyak manfaat 
1. Optimisme berkaitan dengan kesehatan yang lebih baik dan usia yang panjang
2. Mengharapkan hasil positif dari perundingan membuat kelompok memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mencapai kesepakatan dan senang dengan kesepakatan itu 
3. Orang optimis adalah orang yang lebih beruntung, kajian-kajian menunjukkan bahwa dengan berpikir positif, mereka bisa bertahan dan akhirnya menciptakan lebih banyak peluang bagi mereka sendiri. 

Tetapi bagaimana jika lu seorang pesimis? Bagaimana jika lu selalu menjadi orang pesimis dan merasa di ciptakan sebagai seorang pesimis? Dengar baik-baik ya. Penelitian menunjukkan bahwa sikap ini tidak di turunkan secara genetik, semuanya datang dari kisah tentang dunia yang lu ceritakan kepada diri sendiri, dan itu adalah sesuatu yang bisa di ubah.

Orang optimis dan pesimis membentuk kisahnya tentang dunia dengan cara yang berbeda, Martin Seligman menyebut itu sebagai "gaya penjelasan".

Seorang pesimis mengatakan kepada dirinya bahwa peristiwa-peristiwa buruk... 
1. Akan bertahan dalam waktu yang lama atau selamanya (gue tidak akan pernah menyelesaikan ini) 
2. Adalah universal (gue tidak bisa mempercayai semua orang ini) 
3. Adalah kesalahan mereka sendiri (gue sangat buruk untuk hal ini).

Seorang optimis mengatakan kepada dirinya bahwa peristiwa-peristiwa buruk... 
1. Hanya sementara (ini sesekali terjadi, tetapi bukan perkara besar) 
2. Mempunyai penyebab khusus dan tidak universal (ketika cuaca membaik, ini tidak akan menjadi masalah) 
3. Bukan kesalahan mereka (gue pandai dalam hal ini, hanya saja hari ini bukan hari keberuntungan gue).

Seligman menemukan bahwa ketika lu mengubah "gaya penjelasan" dari pesimis ke optimis, itu membuat lu merasa lebih baik dan menjadi lebih teguh. 

Gue bisa aja dengan mudah menyerah, tapi gue tidak melakukan nya. Mengapa? Karena itu tidak selaras dengan kisah gue, gue tidak melihat diri gue sebagai jenis orang yang mudah menyerah, I BORN TO WIN (GUE LAHIR UNTUK MENANG). 

Sering kali kisah-kisah jauh lebih kuat daripada kita, dan jika kisah itu bermakna, ia bisa membawa kita melewati masa-masa yang sulit. 

Orang optimistis dan pesimistis sama-sama memberi kontribusi pada masyarakat. Yang optimistis menciptakan pesawat terbang, yang pesimistis membuat parasut. -G. B. Stern. 

Terimakasih sudah membaca tulisan gue, see you 👌

Comments

Popular posts from this blog

Kesempatan kedua

Jika masa lalu penuh dengan pikiran dan perbuatan negatif, maka anda bisa mengubahnya ke arah positif. Jika anda sadar bahwa semua yang terjadi pada masa lalu tidaklah baik, maka mulailah mengubah sikap dan tingkah laku sedikit demi sedikit. Dengan demikian, mulai timbul perasaan bangga dalam diri bahwa anda dapat menangani situasi sesuai keinginan anda. Akhirnya, hal ini akan berkontribusi terhadap terbentuknya harga diri yang tinggi.  (Itu adalah kutipan dari buku 'cara mudah berdamai dengan diri sendiri'). (Tujuan gue bukan untuk menjadi lebih baik dari orang lain, tetapi untuk menjadi lebih baik dari gue ddulu)  Jadi gini, jelek-jelek gini gue pernah TPA lho, dan prestasi terbaik gue di TPA itu adalah gue pernah peringkat 8, dari 9 murid (haha gak deng). Masuk SD gue mulai sholat maghrib di masjid sama teman-teman, tapi ya gak selalu sholat sih. Masuk SMP gue mulai sholat dzuhur berjamaah disekolah, itu juga gue bercanda, biasanya gue isengin orang dengan cara ...

Jum'at Keramat

Pas cabut (madol) kita enggak foto-foto sih Adanya itu yang pake seragam muslim  Setiap jum'at gue dan teman-teman (entah itu teman satu sekolah, dari sekolah lain, teman SMP dan tongkrongan) membuat sebuah gerakan (cih gerakan hahaha) yang kita namai dengan 'jum'at keramat'. Yang mana kita setiap jum'at cabut (madol) Berawal dari keresahan gue dan sahabat gue Adi, yang mana kita teman sekelas. Setiap hari jum'at itu ada pelajaran matematika, gurunya super killer, dia setiap ngajar selalu bawa gunting, gunanya adalah untuk memotong rambut yang menurut dia panjang, dan memotong celana yang skinny fit. Rambut gue pernah dipotong, tapi untungnya celana gue enggak kena potong, karena celana gue slim fit, jadi enggak begitu ketat kayak jeans cewek. Tapi celana gue udah sering diperingati. Ya, gue bilang aja ' besok ganti pak'  padahal mah enggak hahaha  Itulah alasan gue kenapa sering cabut (madol) dihari jum'at. Padahal ada solusi lain ka...

Change your habit, wiicak!

Semoga tulisan ini dapat menemani masa-masa kita #dirumahaja Setelah gue pikir-pikir lagi, gue jadi semakin yakin buat menghentikan kebiasaan gue merokok (setelah gue pulih).  Jadi gini, gue pertama ngerokok itu kelas 1 SMP. Pertama kali gue ngerokok itu gue nyoba filter, waktu itu rasanya sih panas dilidah dan gue langsung batuk-batuk. Tapi bukannya kapok gue malah penasaran, terus besoknya disekolah gue disarankan teman gue buat nyoba rokok mild, katanya itu lebih ringan. Sepulang sekolah (kebetulan gue pulang sekolah jalan kaki), gue beli lah rokok mild (ketengan), ternyata benar lebih ringan tarikannya dan lebih murah daripada filter yang 1.500, jadi gue bisa beli rokok sama teh gelas hahaha. Saat itu gue masih ekskul futsal, tapi udah males-malesan karena gue udah kenal nongkrong, dari situ gue mulai tuh nongkrong (karena gue butuh tempat dimana gue bisa bebas ngerokok). Karena pernah satu hari gue sama teman gue kan baru pulang dari rumah teman gue di kedoya, kita ...