Skip to main content

Mimpi

Bermimpi bukannya buruk, itu hanya merupakan langkah pertama. Langkah selanjutnya adalah menghadapi pembunuh mimpi yang jahat bernama "realitas" serta rintangan yang akan selalu hadir. 

Setelah bermimpi, pikirkan 'apa yang menghalangi mimpi gue? Dan apa yang akan gue lakukan untuk menghadapinya?'. Istilah psikologisnya adalah "implementasi niat" kita bisa menyebutnya sebagai "rencana".

Pakai rencana WOOP (wish outcome obstacle plan). Bisa di terapkan ke hampir semua tujuan, mulai dari karier, relasi, olahraga, sampai penurunan berat badan. 

Ambil contoh. Apa keinginan lu? Pernikahan yang sempurna. Apa hasil yang di dapatkan dari itu? Kehidupan rumah tangga yang bahagia tanpa pertengkaran. Apa kemungkinan rintangan nya? Kami terus bertengkar tentang apa yang akan di beli di IKEA. Jadi apa rencana lu? Jika kami mulai bertengkar tentang warna perabotan yang akan di beli, gue akan mendengar pendapat pasangan gue dan sungguh-sungguh mempertimbangkan pendapat nya. 

Atau gunakan dua kata ajaib, dua kata ajaib itu adalah "jika" dan "maka" untuk setiap rintangan
Jika terjadi X, maka gue akan menanganinya dengan melakukan Y. 

Alih-alih menunggu sampai masalah muncul, lu memberi kebiasaan respons kepada otak untuk bertindak secara otomatis. 

Hmmm, dua rencana itu sepertinya cocok buat gue. Bapak gue sering bilang 'jangan terlalu berharap pada sesuatu, jika tidak terwujud nanti kecewa'.

Gue tidak setuju dengan pendapat bapak gue itu. Idealisme gue 'jika rencana A gagal, abjad masih punya 25 lagi'. Gue bukan tipe orang yang menyesali kegagalan, gue lebih suka menyebutnya "pengalaman pembelajaran", jangan kelamaan berkubang dalam kegagalan. Jadi, sebelum rencana A gagal, gue udah punya rencana B. Hasilnya gue tidak harus menghabiskan waktu untuk menangisi kegagalan. Jadi, disini yang diubah rencananya, bukan tujuannya. 

Sebenarnya dulu gue udah mengaplikasikan dua kata ajaib "jika" dan "maka". Dulu ketika gue ngalus (mendekati) cewek, sebelum gue mulai ngalus, gue pastikan jika gue punya koncian (cadangan). Jadi, jika cewek X lama respons nya, gue beralih ke cewek Y. Ah tapi itu contoh yang salah, jangan ditiru. 

Memiliki impian tidaklah buruk, tetapi kita membutuhkan sedikit lebih banyak daripada itu untuk mencapai sukses dalam hal apapun, entah itu relasi atau karier. Kita harus menghadapi tantangan hidup dengan berani dan bukan mengambil pendekatan ala burung unta yang menyembunyikan kepalanya di pasir. 

Terimakasih sudah membaca tulisan gue, see you 👌

Comments

Popular posts from this blog

Kesempatan kedua

Jika masa lalu penuh dengan pikiran dan perbuatan negatif, maka anda bisa mengubahnya ke arah positif. Jika anda sadar bahwa semua yang terjadi pada masa lalu tidaklah baik, maka mulailah mengubah sikap dan tingkah laku sedikit demi sedikit. Dengan demikian, mulai timbul perasaan bangga dalam diri bahwa anda dapat menangani situasi sesuai keinginan anda. Akhirnya, hal ini akan berkontribusi terhadap terbentuknya harga diri yang tinggi.  (Itu adalah kutipan dari buku 'cara mudah berdamai dengan diri sendiri'). (Tujuan gue bukan untuk menjadi lebih baik dari orang lain, tetapi untuk menjadi lebih baik dari gue ddulu)  Jadi gini, jelek-jelek gini gue pernah TPA lho, dan prestasi terbaik gue di TPA itu adalah gue pernah peringkat 8, dari 9 murid (haha gak deng). Masuk SD gue mulai sholat maghrib di masjid sama teman-teman, tapi ya gak selalu sholat sih. Masuk SMP gue mulai sholat dzuhur berjamaah disekolah, itu juga gue bercanda, biasanya gue isengin orang dengan cara ...

Jum'at Keramat

Pas cabut (madol) kita enggak foto-foto sih Adanya itu yang pake seragam muslim  Setiap jum'at gue dan teman-teman (entah itu teman satu sekolah, dari sekolah lain, teman SMP dan tongkrongan) membuat sebuah gerakan (cih gerakan hahaha) yang kita namai dengan 'jum'at keramat'. Yang mana kita setiap jum'at cabut (madol) Berawal dari keresahan gue dan sahabat gue Adi, yang mana kita teman sekelas. Setiap hari jum'at itu ada pelajaran matematika, gurunya super killer, dia setiap ngajar selalu bawa gunting, gunanya adalah untuk memotong rambut yang menurut dia panjang, dan memotong celana yang skinny fit. Rambut gue pernah dipotong, tapi untungnya celana gue enggak kena potong, karena celana gue slim fit, jadi enggak begitu ketat kayak jeans cewek. Tapi celana gue udah sering diperingati. Ya, gue bilang aja ' besok ganti pak'  padahal mah enggak hahaha  Itulah alasan gue kenapa sering cabut (madol) dihari jum'at. Padahal ada solusi lain ka...

Change your habit, wiicak!

Semoga tulisan ini dapat menemani masa-masa kita #dirumahaja Setelah gue pikir-pikir lagi, gue jadi semakin yakin buat menghentikan kebiasaan gue merokok (setelah gue pulih).  Jadi gini, gue pertama ngerokok itu kelas 1 SMP. Pertama kali gue ngerokok itu gue nyoba filter, waktu itu rasanya sih panas dilidah dan gue langsung batuk-batuk. Tapi bukannya kapok gue malah penasaran, terus besoknya disekolah gue disarankan teman gue buat nyoba rokok mild, katanya itu lebih ringan. Sepulang sekolah (kebetulan gue pulang sekolah jalan kaki), gue beli lah rokok mild (ketengan), ternyata benar lebih ringan tarikannya dan lebih murah daripada filter yang 1.500, jadi gue bisa beli rokok sama teh gelas hahaha. Saat itu gue masih ekskul futsal, tapi udah males-malesan karena gue udah kenal nongkrong, dari situ gue mulai tuh nongkrong (karena gue butuh tempat dimana gue bisa bebas ngerokok). Karena pernah satu hari gue sama teman gue kan baru pulang dari rumah teman gue di kedoya, kita ...