Bermimpi bukannya buruk, itu hanya merupakan langkah pertama. Langkah selanjutnya adalah menghadapi pembunuh mimpi yang jahat bernama "realitas" serta rintangan yang akan selalu hadir.
Setelah bermimpi, pikirkan 'apa yang menghalangi mimpi gue? Dan apa yang akan gue lakukan untuk menghadapinya?'. Istilah psikologisnya adalah "implementasi niat" kita bisa menyebutnya sebagai "rencana".
Pakai rencana WOOP (wish outcome obstacle plan). Bisa di terapkan ke hampir semua tujuan, mulai dari karier, relasi, olahraga, sampai penurunan berat badan.
Ambil contoh. Apa keinginan lu? Pernikahan yang sempurna. Apa hasil yang di dapatkan dari itu? Kehidupan rumah tangga yang bahagia tanpa pertengkaran. Apa kemungkinan rintangan nya? Kami terus bertengkar tentang apa yang akan di beli di IKEA. Jadi apa rencana lu? Jika kami mulai bertengkar tentang warna perabotan yang akan di beli, gue akan mendengar pendapat pasangan gue dan sungguh-sungguh mempertimbangkan pendapat nya.
Atau gunakan dua kata ajaib, dua kata ajaib itu adalah "jika" dan "maka" untuk setiap rintangan
Jika terjadi X, maka gue akan menanganinya dengan melakukan Y.
Alih-alih menunggu sampai masalah muncul, lu memberi kebiasaan respons kepada otak untuk bertindak secara otomatis.
Hmmm, dua rencana itu sepertinya cocok buat gue. Bapak gue sering bilang 'jangan terlalu berharap pada sesuatu, jika tidak terwujud nanti kecewa'.
Gue tidak setuju dengan pendapat bapak gue itu. Idealisme gue 'jika rencana A gagal, abjad masih punya 25 lagi'. Gue bukan tipe orang yang menyesali kegagalan, gue lebih suka menyebutnya "pengalaman pembelajaran", jangan kelamaan berkubang dalam kegagalan. Jadi, sebelum rencana A gagal, gue udah punya rencana B. Hasilnya gue tidak harus menghabiskan waktu untuk menangisi kegagalan. Jadi, disini yang diubah rencananya, bukan tujuannya.
Sebenarnya dulu gue udah mengaplikasikan dua kata ajaib "jika" dan "maka". Dulu ketika gue ngalus (mendekati) cewek, sebelum gue mulai ngalus, gue pastikan jika gue punya koncian (cadangan). Jadi, jika cewek X lama respons nya, gue beralih ke cewek Y. Ah tapi itu contoh yang salah, jangan ditiru.
Memiliki impian tidaklah buruk, tetapi kita membutuhkan sedikit lebih banyak daripada itu untuk mencapai sukses dalam hal apapun, entah itu relasi atau karier. Kita harus menghadapi tantangan hidup dengan berani dan bukan mengambil pendekatan ala burung unta yang menyembunyikan kepalanya di pasir.
Terimakasih sudah membaca tulisan gue, see you 👌

Comments
Post a Comment