Skip to main content

Kesempatan kedua

Jika masa lalu penuh dengan pikiran dan perbuatan negatif, maka anda bisa mengubahnya ke arah positif. Jika anda sadar bahwa semua yang terjadi pada masa lalu tidaklah baik, maka mulailah mengubah sikap dan tingkah laku sedikit demi sedikit. Dengan demikian, mulai timbul perasaan bangga dalam diri bahwa anda dapat menangani situasi sesuai keinginan anda. Akhirnya, hal ini akan berkontribusi terhadap terbentuknya harga diri yang tinggi. 
(Itu adalah kutipan dari buku 'cara mudah berdamai dengan diri sendiri').
(Tujuan gue bukan untuk menjadi lebih baik dari orang lain, tetapi untuk menjadi lebih baik dari gue ddulu) 

Jadi gini, jelek-jelek gini gue pernah TPA lho, dan prestasi terbaik gue di TPA itu adalah gue pernah peringkat 8, dari 9 murid (haha gak deng). Masuk SD gue mulai sholat maghrib di masjid sama teman-teman, tapi ya gak selalu sholat sih. Masuk SMP gue mulai sholat dzuhur berjamaah disekolah, itu juga gue bercanda, biasanya gue isengin orang dengan cara gini nih, kan kalau tahiyat akhir jari telunjuk kita nunjuk, nah disitu gue beraksi. Telunjuk orang disebelah gue, gue adu sama jempol (sambil bilang 'gue menang'). Disitu gue masih sholat jum'at tuh, walaupun jarang. Gue udah mulai jarang puasa, biasanya gue puasa cuma hitungan hari paling. Masuk SMA gue makin jarang  sholat 5 waktu dan sholat jum'at. Gue ingat dulu waktu yang lain sholat jum'at, gue sama teman-teman malah ke perniagaan (itu kayak pusat grosir gitu), kita nongkrong di rooftopnya (ya walaupun harus dikejar-kejar satpam). Padahal disekolah gue juga ada sholat dzuhur berjamaah tapi gue memilih untuk gak ikut. Alasan gue males sholat adalah gue lupa doanya (tapi gue pernah bisa). Dalam hal puasa juga gue mengalami kemunduran, dari yang gue pas SMP cuma hitungan hari, ini lebih parah, gue puasa cuma dihari pertama. Pernah satu hari gue ditanya bapak gue tentang raka'at sholat, dan gue gak tau, parah kan. 

Kata Emha Ainun Nadjib, orang sehat itu diuji oleh kelalaian dan kesombongan. Karena kelalaian dan kesombongan gue, gue jadi ditegur dan diberi ujian oleh Allah. Gue ditegur lewat kecelakaan yang membuat gue harus menjalani perawatan di rumah sakit 3 bulan lebih(diruang ICU 1bulan lebih dan diruang perawatan 2 bulan). Gue sampai sekarang juga masih menjalani proses pemulihan. Selama masa pemulihan ini gue mencoba memperbaiki dengan mulai puasa ramadan sebulan penuh, sholat 5 waktu (waktu pas puasa), gue juga mulai puasa senin kamis. Tapi tenang ini belum selesai sampai gue menang!. Ini ujian dari Allah untuk gue. Gue pasti bisa melewati masa sulit ini, karena pasang surut kehidupan, turun naik, dan silih bergantinya suka, duka, bahagia dan derita adalah hukum kehidupan. Lu tidak selalu bahagia dan tidak mungkin pula selalu dalam derita. Dan Jalan setapak menuju kebahagiaan adalah jalan yang penuh tangisan dan rasa malu. Gue percaya dibalik setiap kesulitan pasti ada kemudahan, asal kita tidak menyerah dan menyalahkan keadaan. 

Takkan ada manusia yang bisa melupakan masa lalu, terimalah sebagai bagian dari perjalanan hidup. Jadi untuk apa gue menyesali masa lalu, lebih baik gue jadikan itu sebagai pengalaman pembelajaran supaya dimasa depan gue gak mengulangi kesalahan yang sama. Alhamdulillah sekarang gue udah mulai memperbaiki sholat dan puasa gue. Semoga itu bisa konsisten gue lakukan sekarang bahkan sampai gue pulih nanti. 

Thank you sudah membaca tulisan gue, see you 👌
Stay confident yet humble 

Comments

Popular posts from this blog

Jum'at Keramat

Pas cabut (madol) kita enggak foto-foto sih Adanya itu yang pake seragam muslim  Setiap jum'at gue dan teman-teman (entah itu teman satu sekolah, dari sekolah lain, teman SMP dan tongkrongan) membuat sebuah gerakan (cih gerakan hahaha) yang kita namai dengan 'jum'at keramat'. Yang mana kita setiap jum'at cabut (madol) Berawal dari keresahan gue dan sahabat gue Adi, yang mana kita teman sekelas. Setiap hari jum'at itu ada pelajaran matematika, gurunya super killer, dia setiap ngajar selalu bawa gunting, gunanya adalah untuk memotong rambut yang menurut dia panjang, dan memotong celana yang skinny fit. Rambut gue pernah dipotong, tapi untungnya celana gue enggak kena potong, karena celana gue slim fit, jadi enggak begitu ketat kayak jeans cewek. Tapi celana gue udah sering diperingati. Ya, gue bilang aja ' besok ganti pak'  padahal mah enggak hahaha  Itulah alasan gue kenapa sering cabut (madol) dihari jum'at. Padahal ada solusi lain ka...

Change your habit, wiicak!

Semoga tulisan ini dapat menemani masa-masa kita #dirumahaja Setelah gue pikir-pikir lagi, gue jadi semakin yakin buat menghentikan kebiasaan gue merokok (setelah gue pulih).  Jadi gini, gue pertama ngerokok itu kelas 1 SMP. Pertama kali gue ngerokok itu gue nyoba filter, waktu itu rasanya sih panas dilidah dan gue langsung batuk-batuk. Tapi bukannya kapok gue malah penasaran, terus besoknya disekolah gue disarankan teman gue buat nyoba rokok mild, katanya itu lebih ringan. Sepulang sekolah (kebetulan gue pulang sekolah jalan kaki), gue beli lah rokok mild (ketengan), ternyata benar lebih ringan tarikannya dan lebih murah daripada filter yang 1.500, jadi gue bisa beli rokok sama teh gelas hahaha. Saat itu gue masih ekskul futsal, tapi udah males-malesan karena gue udah kenal nongkrong, dari situ gue mulai tuh nongkrong (karena gue butuh tempat dimana gue bisa bebas ngerokok). Karena pernah satu hari gue sama teman gue kan baru pulang dari rumah teman gue di kedoya, kita ...