Skip to main content

BERAGAM bukan SERAGAM

Gue tuh orangnya kalo hitam ya hitam kalo putih ya putih. Itu terbukti dalam pemilu kemarin, karena pemilu 2019 ini gue memutuskan untuk golput padahal ini pemilu pertama gue. Loh apa alasannya? 
Karena gue berpendapat bahwa politik itu kotor dan kedua capres belum bisa meyakinkan gue. Tentang politik itu kotor itu dibuktikan dengan banyaknya korupsi di Indonesia. Walaupun gue sudah dirayu-rayu oleh orang tua gue tapi gue tetap golput 
Dan kecurigaan gue terhadap politik itu kotor terbukti, pada hari H pemilu rumah gue didatangi 2 panitia pemilu yang membawakan uang sogokan untuk mencoblos salah satu calon legislatif kali ini gue diuji dengan uang 50ribu. pasti langsung gue tolak tawaran itu, padahal gue bisa saja mengambil uang itu tanpa gue mencoblos calon legislatif tersebut.
Karena itu sudah jelas menyalahi aturan dan kalau gue ambil uang itu berarti gue membuka peluang calon tersebut untuk korupsi, kok bisa? Iya karena pasti calon tersebut sudah keluar uang banyak untuk menyuap warga dan untuk kampanye, pasti yang ada di pikiran dia adalah bagaimana caranya agar bisa balik modal karena sudah keluar uang banyak tadi, nah disitu mulai muncul godaan untuk korupsi. Perlu di garis bawahi bahwa pendapat gue ini belum tentu benar 
Itu yang menguatkan gue untuk golput 
Terlebih akhir-akhir ini ada drama tentang pilpres, huft untung gue golput jadi tidak usah menghabiskan energi dan waktu untuk membela salah satu pasangan capres 
Gue jadi mikir kenapa ya posisi presiden begitu di perebutkan, padahal dulu zaman sekolah kita selalu saling tunjuk menunjuk kalau ada pemilihan ketua kelas, gue tahu alasannya mengapa posisi presiden begitu di perebutkan, jawabannya simple dan gue kira semua orang tahu 
Yaitu karena presiden mendapatkan fasilitas, gaji dll. Sehingga banyak yang mau menjadi presiden, coba kita bandingkan dengan menjadi ketua kelas yang tidak mendapatkan apa-apa jadi kita pada tidak mau 
Kalau gue mau seperti teman-teman gue di medsos yang pamer jari kelingking yang sudah tercelup tinta, sebenarnya gue bisa tapi gue tidak mau menjadi orang yang ikut arus hanya karena kebanyakan orang melakukan itu, gue harus yakin dan menyukai dulu dengan apa yang gue lakukan 
Soal trend game mobile legends juga gue tidak mau ikut trend itu. Padahal hampir semua teman gue main game itu dari adik gue yang masih SD sampai teman-teman gue yang ada di grup tongkrongan, angkatan sekolah semua pada bilang "ml yuk" atau "mabar yuk". Karena menurut gue game itu cuma "game musiman". Gue tidak suka bukan karena itu game online ya tapi karena memang gue tidak suka, dan sekarang trend mobile legends kalah oleh PUBG dan game perang-perangan lainnya, gue lebih memilih game yang everlasting yaitu game PES (pro evolution soccer) tapi kali ini yang club manager dan game itu juga online. Gue emang suka banget game sepakbola, dari zaman nya playstation 1 gue mainnya winning eleven, terus playstation 2 gue mainnya pes, terus zaman playstation 3  gue mainnya fifa, yang playstation 3 itu gue mainnya di rental karena gue tidak punya hehe
Padahal gue bisa saja download mobile legends supaya gue bisa ikut nimbrung "ml yuk" atau "mabar yuk"
Gue juga mendapat omelan dari orang tua gue, gue juga dibilang "nyeleneh" karena gue memilih golput, tanpa mereka tahu apa yang menjadi alasan gue golput. Gue tidak bilang-bilang apa alasan sebenarnya gue golput. Karena memilih itu hak bukan kewajiban 
Gue yakin dengan apa yang gue pilih ini dan gue rasa ini juga benar, itu sebabnya gue tetap Teguh dengan pendirian gue. Jangan takut menjadi beda karena BERAGAM bukan SERAGAM 

Comments

Popular posts from this blog

Kesempatan kedua

Jika masa lalu penuh dengan pikiran dan perbuatan negatif, maka anda bisa mengubahnya ke arah positif. Jika anda sadar bahwa semua yang terjadi pada masa lalu tidaklah baik, maka mulailah mengubah sikap dan tingkah laku sedikit demi sedikit. Dengan demikian, mulai timbul perasaan bangga dalam diri bahwa anda dapat menangani situasi sesuai keinginan anda. Akhirnya, hal ini akan berkontribusi terhadap terbentuknya harga diri yang tinggi.  (Itu adalah kutipan dari buku 'cara mudah berdamai dengan diri sendiri'). (Tujuan gue bukan untuk menjadi lebih baik dari orang lain, tetapi untuk menjadi lebih baik dari gue ddulu)  Jadi gini, jelek-jelek gini gue pernah TPA lho, dan prestasi terbaik gue di TPA itu adalah gue pernah peringkat 8, dari 9 murid (haha gak deng). Masuk SD gue mulai sholat maghrib di masjid sama teman-teman, tapi ya gak selalu sholat sih. Masuk SMP gue mulai sholat dzuhur berjamaah disekolah, itu juga gue bercanda, biasanya gue isengin orang dengan cara ...

Jum'at Keramat

Pas cabut (madol) kita enggak foto-foto sih Adanya itu yang pake seragam muslim  Setiap jum'at gue dan teman-teman (entah itu teman satu sekolah, dari sekolah lain, teman SMP dan tongkrongan) membuat sebuah gerakan (cih gerakan hahaha) yang kita namai dengan 'jum'at keramat'. Yang mana kita setiap jum'at cabut (madol) Berawal dari keresahan gue dan sahabat gue Adi, yang mana kita teman sekelas. Setiap hari jum'at itu ada pelajaran matematika, gurunya super killer, dia setiap ngajar selalu bawa gunting, gunanya adalah untuk memotong rambut yang menurut dia panjang, dan memotong celana yang skinny fit. Rambut gue pernah dipotong, tapi untungnya celana gue enggak kena potong, karena celana gue slim fit, jadi enggak begitu ketat kayak jeans cewek. Tapi celana gue udah sering diperingati. Ya, gue bilang aja ' besok ganti pak'  padahal mah enggak hahaha  Itulah alasan gue kenapa sering cabut (madol) dihari jum'at. Padahal ada solusi lain ka...

Change your habit, wiicak!

Semoga tulisan ini dapat menemani masa-masa kita #dirumahaja Setelah gue pikir-pikir lagi, gue jadi semakin yakin buat menghentikan kebiasaan gue merokok (setelah gue pulih).  Jadi gini, gue pertama ngerokok itu kelas 1 SMP. Pertama kali gue ngerokok itu gue nyoba filter, waktu itu rasanya sih panas dilidah dan gue langsung batuk-batuk. Tapi bukannya kapok gue malah penasaran, terus besoknya disekolah gue disarankan teman gue buat nyoba rokok mild, katanya itu lebih ringan. Sepulang sekolah (kebetulan gue pulang sekolah jalan kaki), gue beli lah rokok mild (ketengan), ternyata benar lebih ringan tarikannya dan lebih murah daripada filter yang 1.500, jadi gue bisa beli rokok sama teh gelas hahaha. Saat itu gue masih ekskul futsal, tapi udah males-malesan karena gue udah kenal nongkrong, dari situ gue mulai tuh nongkrong (karena gue butuh tempat dimana gue bisa bebas ngerokok). Karena pernah satu hari gue sama teman gue kan baru pulang dari rumah teman gue di kedoya, kita ...