Sekarang gue tahu kenapa gue dulu begitu "bodo amat"
Gue selalu menganggap bahwa gue tahu segalanya, sehingga itu membuat gue tidak mau mencari tahu, dan mendengarkan gagasan atau kritik orang lain.
Gue selalu "nyepelein" apapun yang baru gue tahu, gue beranggapan jika gue tahu segalanya dan untuk sesuatu yang belum gue tahu, gue tinggal bilang 'gue gak tertarik dengan itu. Ambil contoh. Ketika gue tahu istilah baru yang gue tidak tahu, gue gamau nyari tahu dan jika ada tugas dari sekolah, gue tinggal bayar saja teman gue. Itu sungguh menghalangi gue untuk berkembang.
Gue paling benci di kritik, jika ada yang mengkritik gue. Respons pertama gue biasanya menyangkal, itu menghalangi gue untuk berkembang, karena kita perlu mendengarkan para kritikus, agar kita menjadi lebih baik.
Gue tidak mau mengaku salah. Jadi, jika ada yang memarahi gue, gue tidak akan diam dan minta maaf, bahkan jika gue yang salah, gue akan ngomong dengan nada yang lebih tinggi daripada dia.
Ketika terjadi masalah, sering kali respons pertama kita adalah menyerang. Mungkin bukan dengan kekerasan ragawi, tetapi dengan berteriak dan membantah, bukan berdiskusi dan berunding. Mengapa ini terjadi? Filsuf Daniel Bennett mengatakan bahwa ini disebabkan oleh "metafora perang" yang sudah terprogram di otak kita. Jika ada perang, tentu ada pihak yang harus di taklukan.
Ternyata itu karena kepercayaan diri yang berlebihan. Kepercayaan diri yang berlebihan itu membuat gue begitu yakin bahwa gue benar, sehingga gue merasa tidak perlu untuk mendengarkan gagasan dan kritik orang.
Jadi, apa solusinya? Profesor Kristin Neff dari University of Texas mengatakan bahwa solusinya adalah "bela rasa diri". Penelitian ilmu syaraf menunjukkan bahwa pengembangan bela rasa diri menuntun ke perasaan bela rasa kepada orang lain, alih-alih kehilangan empati yang hadir bersama kepercayaan diri yang terlalu besar.
Gue harus mulai menerima kritik, mendengarkan gagasan orang lain, gue harus bisa mengaku salah. Harus di akui jika mengaku salah adalah hal yang paling sulit di lakukan, tapi jika harus berhadapan dengan cewek atau sedang mendekati cewek, ego gue itu hilang.
Sekarang gue sudah mulai mencoba menerima kritik
Beberapa bulan yang lalu gue minta kritik sahabat gue tentang tulisan gue, dia dengan fair mengkritik gue dan memberikan saran. Itu membantu gue.
Beberapa bulan yang lalu gue sering mendapat kritik seperti ini 'gendutan ya sekarang' banyak yang bilang gitu. Hingga gue risih, gue jadi kepikiran terus tuh, sampai satu hari gue foto. Ketika gue lihat hasilnya ternyata benar gue gendut, perut gue membuncit. Mulai saat itu gue langsung membuat program diet. Alhamdulillah itu berhasil, yang dulu bilang 'gendutan ya sekarang' jadi 'sekarang kurusan'. Coba gue masih "bodo amat" seperti dulu, mungkin gue sekarang udah jadi pria obesitas.
Soal mencari tahu juga udah ada kemajuan, gue merasa sekarang rasa ingin tahu gue besar, gue jadi lebih ingin tahu tentang istilah yang baru gue tahu, sekarang gue browsing tentang apa saja yang ingin gue tahu, mulai dari google hingga youtube. Tidak berhenti disitu, rasa ingin tahu gue menyebabkan gue "kecanduan" membaca buku bergenre pengembangan diri, gue rasa itu sangat membantu perkembangan gue.
Honestly, gue masih kesulitan untuk mengaku salah, gue masih terlalu tempramen untuk itu.
Gue jadi mikir, mungkin ini misi yang di berikan Allah agar gue mengevaluasi pola pikir gue. Jadi Allah sengaja untuk sementara mengistirahatkan gue dari ingar-bingar nya kehidupan, dan Allah menunggu gue menyelesaikan semua misi nya, baru Allah akan mengizinkan gue untuk kembali.
Semua hal terjadi karena ada maksud baiknya.
Jika kalian ingat, gue pernah nulis tentang pengalaman gue yang berkelahi dengan anak SMP lain, ketika gue SMP juga padahal gue tidak punya basic bela diri.
Hmmm, setelah gue pikir-pikir mungkin itu efek negatif dari kepercayaan diri yang berlebihan, gue jadi arogan, angkuh, cenderung meremehkan. Dan akhirnya gue kalah.
Kepercayaan diri juga bisa sangat berbahaya. Ia dapat menjurus ke delusi dan kepercayaan diri yang berlebihan. Ketika kepercayaan diri yang berlebihan bertemu dengan realitas, lu bisa terpukul jatuh.
Jadi, mengapa gue harus berubah? Eitsss tunggu dulu, di sini yang harus gue ubah adalah pola pikir gue, bukan gue nya, emang gue power ranger, bisa berubah. Karena gue ingin menjadi pemimpin, dan gue kira semua laki-laki akan menjadi pemimpin, contoh paling kecil: dalam keluarga. Karena pemimpin yang di hormati adalah pemimpin yang demokratis dan memiliki kemampuan kuat untuk mendengarkan.
Terimakasih telah membaca tulisan gue, see you 👌.
Menerima kritik itu baik kok, terimakasih ya karena raka selalu berusaha untuk jd orang baik untuk diri sendiri. SEMANGAT!
ReplyDeleteTrimakasih dukungan nya 👌
ReplyDelete