Skip to main content

Teori Sepakbola


‌  Gue punya sebuah teori, karena gue penggemar sepakbola. jadi, teori ini berhubungan dengan sepakbola. Jadi gini, menurut gue hidup gue seperti pertadingan sepakbola. Jika pertandingan sepakbola ada 2 babak, hidup gue juga. Babak pertamanya dimulai dari gue baru lahir sampai sebelum kecelakaan, nah jeda babak pertamanya itu waktu gue menjalani proses pemulihan, disini gue di haruskan mengevaluasi diri untuk "comeback" dibabak kedua, babak yang menentukan. Disini gue bertindak sebagai kapten tim, itu berarti gue harus memotivasi tim (yang berarti diri gue sendiri) agar mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan keluar sebagai pemenang, i didn't come this far to quit (gue tidak datang sejauh ini untuk berhenti) 

  Karena gue merasa babak pertama gue tidak memuaskan, oleh karena itu gue harus memanfaatkan jeda babak pertama ini dengan sebaik-baiknya. Gue harus "shifting" dari kebiasaan negatif dan menggantinya dengan kebiasaan baru yang lebih positif. 

  Lalu ada pertanyaan  'kan babak pertama Lu tidak memuaskan, berarti lu menyesal dong?' oh tentu tidak. Alih-alih menyesal (cailah alih-alih) gue malah berterima kasih kepada gue yang dibabak pertama, dan gue juga bersyukur diberi "jeda waktu" ini. Lho kenapa? Berkat "jeda waktu" ini, gue punya banyak waktu untuk merenung berteman sepi, sejak gue banyak baca buku bergenre pengembangan diri, gue menemukan banyak kebiasaan negatif gue dibabak pertama yang menyebabkan gue babak belur dibabak pertama dan mau tidak mau gue harus melanjutkan perjuangan ini, gak mungkin gue menyerah ditengah jalan.  Rise up warrior, the fight has just begun (Bangkitlah prajurit, pertarungan baru saja dimulai), jika gue tidak diberi "jeda waktu" ini gue pasti masih dengan kebiasaan negatif gue, karena gue gak akan punya waktu untuk mengevaluasi diri, gue terlalu sibuk dengan dunia gue. 

  Gue bertekad untuk "shifting" dari kebiasaan negatif gue dan menggantinya dengan kebiasaan yang lebih positif, kenapa gue bilang "shifting?"
Ya, karena jika gue pakai istilah "berubah" itu identik dengan superhero, gue sering bilang gini. 'Berubah... Emang gue power rangers', itu jawaban gue jika ada yang nyuruh gue berubah. Lagipula "shifting" juga terjadi pada sektor bisnis, dari product based ke platform based. 

  Cobalah lihat kegagalan dari sudut pandang yang positif dan berusahalah mencari pelajaran dibalik semua yang terjadi, sebenarnya gue sedang mengalami sebuah kegagalan besar. Mulai dari gagal menjadi polisi (walaupun itu bukan keinginan gue), gagal menjadi pemain sepakbola, gue juga gagal lulus SMA, karena gue kecelakaan waktu kelas 2, tidak disangka gue membutuhkan waktu pemulihan lebih lama, dan masih banyak lagi goals yang tidak tercapai. 

Thank you telah membaca tulisan gue, see you 👌

Comments

Popular posts from this blog

Kesempatan kedua

Jika masa lalu penuh dengan pikiran dan perbuatan negatif, maka anda bisa mengubahnya ke arah positif. Jika anda sadar bahwa semua yang terjadi pada masa lalu tidaklah baik, maka mulailah mengubah sikap dan tingkah laku sedikit demi sedikit. Dengan demikian, mulai timbul perasaan bangga dalam diri bahwa anda dapat menangani situasi sesuai keinginan anda. Akhirnya, hal ini akan berkontribusi terhadap terbentuknya harga diri yang tinggi.  (Itu adalah kutipan dari buku 'cara mudah berdamai dengan diri sendiri'). (Tujuan gue bukan untuk menjadi lebih baik dari orang lain, tetapi untuk menjadi lebih baik dari gue ddulu)  Jadi gini, jelek-jelek gini gue pernah TPA lho, dan prestasi terbaik gue di TPA itu adalah gue pernah peringkat 8, dari 9 murid (haha gak deng). Masuk SD gue mulai sholat maghrib di masjid sama teman-teman, tapi ya gak selalu sholat sih. Masuk SMP gue mulai sholat dzuhur berjamaah disekolah, itu juga gue bercanda, biasanya gue isengin orang dengan cara ...

Jum'at Keramat

Pas cabut (madol) kita enggak foto-foto sih Adanya itu yang pake seragam muslim  Setiap jum'at gue dan teman-teman (entah itu teman satu sekolah, dari sekolah lain, teman SMP dan tongkrongan) membuat sebuah gerakan (cih gerakan hahaha) yang kita namai dengan 'jum'at keramat'. Yang mana kita setiap jum'at cabut (madol) Berawal dari keresahan gue dan sahabat gue Adi, yang mana kita teman sekelas. Setiap hari jum'at itu ada pelajaran matematika, gurunya super killer, dia setiap ngajar selalu bawa gunting, gunanya adalah untuk memotong rambut yang menurut dia panjang, dan memotong celana yang skinny fit. Rambut gue pernah dipotong, tapi untungnya celana gue enggak kena potong, karena celana gue slim fit, jadi enggak begitu ketat kayak jeans cewek. Tapi celana gue udah sering diperingati. Ya, gue bilang aja ' besok ganti pak'  padahal mah enggak hahaha  Itulah alasan gue kenapa sering cabut (madol) dihari jum'at. Padahal ada solusi lain ka...

Change your habit, wiicak!

Semoga tulisan ini dapat menemani masa-masa kita #dirumahaja Setelah gue pikir-pikir lagi, gue jadi semakin yakin buat menghentikan kebiasaan gue merokok (setelah gue pulih).  Jadi gini, gue pertama ngerokok itu kelas 1 SMP. Pertama kali gue ngerokok itu gue nyoba filter, waktu itu rasanya sih panas dilidah dan gue langsung batuk-batuk. Tapi bukannya kapok gue malah penasaran, terus besoknya disekolah gue disarankan teman gue buat nyoba rokok mild, katanya itu lebih ringan. Sepulang sekolah (kebetulan gue pulang sekolah jalan kaki), gue beli lah rokok mild (ketengan), ternyata benar lebih ringan tarikannya dan lebih murah daripada filter yang 1.500, jadi gue bisa beli rokok sama teh gelas hahaha. Saat itu gue masih ekskul futsal, tapi udah males-malesan karena gue udah kenal nongkrong, dari situ gue mulai tuh nongkrong (karena gue butuh tempat dimana gue bisa bebas ngerokok). Karena pernah satu hari gue sama teman gue kan baru pulang dari rumah teman gue di kedoya, kita ...