Burung garuda secara alamiah diusia 40 dia akan merusak paruh dan cakarnya, dengan cara membenturkannya ke batu, lalu dia akan menjadi tidak berdaya. Dari sekian banyak garuda, ada yang tidak lulus menjalani "fase menyakitkan" itu. Sementara bagi yang lulus, nanti akan tumbuh paruh dan cakar yang baru yang lebih kuat dari sebelumnya.
Dari cerita itu gue dapat menyimpulkan bahwa jika ingin menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kita harus melalui "fase menyakitkan". Itu sama seperti yang gue alami sekarang, pokoknya gue harus lulus dari "fase menyakitkan" ini. Gue tidak boleh takut pada "fase menyakitkan" ini, karena pelangi hadir setelah hujan deras.
memang hidup itu keras kok, tapi wiicak akan menghadapinya dengan lebih keras dan tidak semudah itu lu mengalahkan wiicak. Lha wong perjuangan gue sangat panjang untuk sampai disini, masa gue nyerah gitu saja. Malu dong sama wiicak yang sudah berjuang satu bulan berapa minggu gitu diruang ICU tanpa kesadaran. Gue pernah sekarat, baik secara harfiah maupun secara simbolis, tetapi harapan tidak boleh mati. Jadi, tidak ada apa-apanya yang gue alami sekarang ketimbang dulu. Perjuangan sesungguhnya adalah disini, sekarang sedang di putuskan apakah pada "fase menyakitkan" ini, gue akan gagal secara menyedihkan atau menang dengan gemilang. Sekarang tugas gue adalah terus berjuang sampai tujuan utama tercapai. Gue kuat karena gue optimis.
Thank you telah membaca tulisan gue, see you 👌
Confident yet humble.

Comments
Post a Comment