Skip to main content

Fase menyakitkan


Burung garuda secara alamiah diusia 40 dia akan merusak paruh dan cakarnya, dengan cara membenturkannya ke batu, lalu dia akan menjadi tidak berdaya. Dari sekian banyak garuda, ada yang tidak lulus menjalani "fase menyakitkan" itu. Sementara bagi yang lulus, nanti akan tumbuh paruh dan cakar yang baru yang lebih kuat dari sebelumnya.

Dari cerita itu gue dapat menyimpulkan bahwa jika ingin menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kita harus melalui "fase menyakitkan". Itu sama seperti yang gue alami sekarang, pokoknya gue harus lulus dari "fase menyakitkan" ini. Gue tidak boleh takut pada "fase menyakitkan" ini, karena pelangi hadir setelah hujan deras.

memang hidup itu keras kok, tapi wiicak akan menghadapinya dengan lebih keras dan tidak semudah itu lu mengalahkan wiicak. Lha wong perjuangan gue sangat panjang untuk sampai disini, masa gue nyerah gitu saja. Malu dong sama wiicak yang sudah berjuang satu bulan berapa minggu gitu diruang ICU tanpa kesadaran. Gue pernah sekarat, baik secara harfiah maupun secara simbolis, tetapi harapan tidak boleh mati. Jadi, tidak ada apa-apanya yang gue alami sekarang ketimbang dulu. Perjuangan sesungguhnya adalah disini, sekarang sedang di putuskan apakah pada "fase menyakitkan" ini, gue akan gagal secara menyedihkan atau menang dengan gemilang. Sekarang tugas gue adalah terus berjuang sampai tujuan utama tercapai. Gue kuat karena gue optimis. 

Thank you telah membaca tulisan gue, see you 👌
Confident yet humble. 

Comments

Popular posts from this blog

Kesempatan kedua

Jika masa lalu penuh dengan pikiran dan perbuatan negatif, maka anda bisa mengubahnya ke arah positif. Jika anda sadar bahwa semua yang terjadi pada masa lalu tidaklah baik, maka mulailah mengubah sikap dan tingkah laku sedikit demi sedikit. Dengan demikian, mulai timbul perasaan bangga dalam diri bahwa anda dapat menangani situasi sesuai keinginan anda. Akhirnya, hal ini akan berkontribusi terhadap terbentuknya harga diri yang tinggi.  (Itu adalah kutipan dari buku 'cara mudah berdamai dengan diri sendiri'). (Tujuan gue bukan untuk menjadi lebih baik dari orang lain, tetapi untuk menjadi lebih baik dari gue ddulu)  Jadi gini, jelek-jelek gini gue pernah TPA lho, dan prestasi terbaik gue di TPA itu adalah gue pernah peringkat 8, dari 9 murid (haha gak deng). Masuk SD gue mulai sholat maghrib di masjid sama teman-teman, tapi ya gak selalu sholat sih. Masuk SMP gue mulai sholat dzuhur berjamaah disekolah, itu juga gue bercanda, biasanya gue isengin orang dengan cara ...

Jum'at Keramat

Pas cabut (madol) kita enggak foto-foto sih Adanya itu yang pake seragam muslim  Setiap jum'at gue dan teman-teman (entah itu teman satu sekolah, dari sekolah lain, teman SMP dan tongkrongan) membuat sebuah gerakan (cih gerakan hahaha) yang kita namai dengan 'jum'at keramat'. Yang mana kita setiap jum'at cabut (madol) Berawal dari keresahan gue dan sahabat gue Adi, yang mana kita teman sekelas. Setiap hari jum'at itu ada pelajaran matematika, gurunya super killer, dia setiap ngajar selalu bawa gunting, gunanya adalah untuk memotong rambut yang menurut dia panjang, dan memotong celana yang skinny fit. Rambut gue pernah dipotong, tapi untungnya celana gue enggak kena potong, karena celana gue slim fit, jadi enggak begitu ketat kayak jeans cewek. Tapi celana gue udah sering diperingati. Ya, gue bilang aja ' besok ganti pak'  padahal mah enggak hahaha  Itulah alasan gue kenapa sering cabut (madol) dihari jum'at. Padahal ada solusi lain ka...

Change your habit, wiicak!

Semoga tulisan ini dapat menemani masa-masa kita #dirumahaja Setelah gue pikir-pikir lagi, gue jadi semakin yakin buat menghentikan kebiasaan gue merokok (setelah gue pulih).  Jadi gini, gue pertama ngerokok itu kelas 1 SMP. Pertama kali gue ngerokok itu gue nyoba filter, waktu itu rasanya sih panas dilidah dan gue langsung batuk-batuk. Tapi bukannya kapok gue malah penasaran, terus besoknya disekolah gue disarankan teman gue buat nyoba rokok mild, katanya itu lebih ringan. Sepulang sekolah (kebetulan gue pulang sekolah jalan kaki), gue beli lah rokok mild (ketengan), ternyata benar lebih ringan tarikannya dan lebih murah daripada filter yang 1.500, jadi gue bisa beli rokok sama teh gelas hahaha. Saat itu gue masih ekskul futsal, tapi udah males-malesan karena gue udah kenal nongkrong, dari situ gue mulai tuh nongkrong (karena gue butuh tempat dimana gue bisa bebas ngerokok). Karena pernah satu hari gue sama teman gue kan baru pulang dari rumah teman gue di kedoya, kita ...