Skip to main content

it's wiicak vs wiicak, make sure wiicak win


Sepertinya gue punya PR baru lagi, gue harus belajar menjadi orang yang proaktif, untuk mewujudkan the best version of wiicak. 

Supaya gue bisa menjadi bahagia dan menerima hal-hal yang sekarang tidak dapat gue kontrol, sementara gue berfokus pada hal-hal yang dapat gue kontrol.

Caranya adalah, gue harus fokus pada "menjadi" bukan "mempunyai", gue harus fokus pada pengembangan diri, gue lebihbaik mengatakan 'gue harus "menjadi" lebih sabar' daripada mengatakan 'seandainya gue "mempunyai" orangtua yang tidak suka marah-marah, tidak pilih kasih, tidak bawel dan suka ngatur tapi tidak mau dikritik'. Sebenarnya masih banyak keresahan gue. Tapi fokus gue bukan untuk menjadi kritikus. 

Sebenarnya seperti apa orang proaktif itu? Bersikap proaktif lebih dari sekadar mengambil inisiatif. Bersikap proaktif berarti bertanggung jawab atas perilaku kita sendiri, baik dimasa lalu, masa kini, maupun masa mendatang. Pendekatan proaktif terhadap suatu kesalahan adalah dengan langsung mengakuinya, memperbaikinya dan belajar darinya. Hal ini benar-benar mengubah kegagalan menjadi keberhasilan. 

Masalahnya adalah, gue kalau bikin kesalahan dan diomelin orang, gue pasti akan teriak lebih kencang daripada yang ngomelin gue, gue terlalu gengsi untuk mengakui kesalahan, padahal sudah jelas-jelas gue yang salah, harga diri gue tidak ternilai harganya haha, pokoknya metafora perang sudah tertanam dipikirkan gue. Jika ada perang, maka harus ada pihak yang menang dan kalah, dan gue merasa harus selalu menang. Kan tadi dibilang kalau pendekatan proaktif terhadap suatu kesalahan adalah dengan langsung mengakuinya, memperbaikinya dan belajar darinya. Nah itu yang harus gue pelajarin untuk menjadi orang yang proaktif. 

Selama ini gue masih menjadi orang yang reaktif. Gue cenderung tidak mau mengakui kesalahan, tidak memperbaikinya dan belajar darinya. Biasanya hal ini membuat gue menipu diri dan sering melibatkan rasionalisasi (kebohongan yang rasional) pada dirinya sendiri dan orang lain.  

Gue harus menulis naskah yang baru dan lebih efektif, karena naskah yang lama (yang membawa gue ke kegagalan ini) penuh dengan kebiasaan yang tidak efektif. Karena gue tidak harus hidup dengan naskah seperti itu, fokus gue adalah untuk memenangkan pertempuran bukan perang, it's wiicak vs wiicak, make sure wiicak win (ini wiicak vs wiicak, pastikan wiicak menang).

Jadi, gue harus bisa merubah kebiasaan lama gue yang tidak efektif menjadi lebih efektif. Salah satu caranya adalah dengan "merujuk pada tujuan akhir", dengan itu jika gue melakukan kebiasaan yang tidak efektif lagi gue langsung teringat pada tujuan akhir gue yaitu menjadi the best version of wiicak. Itu akan menjadi semacam pengingat bagi gue. 

Thank you telah membaca tulisan gue, see you 👌

Comments

Popular posts from this blog

Kesempatan kedua

Jika masa lalu penuh dengan pikiran dan perbuatan negatif, maka anda bisa mengubahnya ke arah positif. Jika anda sadar bahwa semua yang terjadi pada masa lalu tidaklah baik, maka mulailah mengubah sikap dan tingkah laku sedikit demi sedikit. Dengan demikian, mulai timbul perasaan bangga dalam diri bahwa anda dapat menangani situasi sesuai keinginan anda. Akhirnya, hal ini akan berkontribusi terhadap terbentuknya harga diri yang tinggi.  (Itu adalah kutipan dari buku 'cara mudah berdamai dengan diri sendiri'). (Tujuan gue bukan untuk menjadi lebih baik dari orang lain, tetapi untuk menjadi lebih baik dari gue ddulu)  Jadi gini, jelek-jelek gini gue pernah TPA lho, dan prestasi terbaik gue di TPA itu adalah gue pernah peringkat 8, dari 9 murid (haha gak deng). Masuk SD gue mulai sholat maghrib di masjid sama teman-teman, tapi ya gak selalu sholat sih. Masuk SMP gue mulai sholat dzuhur berjamaah disekolah, itu juga gue bercanda, biasanya gue isengin orang dengan cara ...

Jum'at Keramat

Pas cabut (madol) kita enggak foto-foto sih Adanya itu yang pake seragam muslim  Setiap jum'at gue dan teman-teman (entah itu teman satu sekolah, dari sekolah lain, teman SMP dan tongkrongan) membuat sebuah gerakan (cih gerakan hahaha) yang kita namai dengan 'jum'at keramat'. Yang mana kita setiap jum'at cabut (madol) Berawal dari keresahan gue dan sahabat gue Adi, yang mana kita teman sekelas. Setiap hari jum'at itu ada pelajaran matematika, gurunya super killer, dia setiap ngajar selalu bawa gunting, gunanya adalah untuk memotong rambut yang menurut dia panjang, dan memotong celana yang skinny fit. Rambut gue pernah dipotong, tapi untungnya celana gue enggak kena potong, karena celana gue slim fit, jadi enggak begitu ketat kayak jeans cewek. Tapi celana gue udah sering diperingati. Ya, gue bilang aja ' besok ganti pak'  padahal mah enggak hahaha  Itulah alasan gue kenapa sering cabut (madol) dihari jum'at. Padahal ada solusi lain ka...

Change your habit, wiicak!

Semoga tulisan ini dapat menemani masa-masa kita #dirumahaja Setelah gue pikir-pikir lagi, gue jadi semakin yakin buat menghentikan kebiasaan gue merokok (setelah gue pulih).  Jadi gini, gue pertama ngerokok itu kelas 1 SMP. Pertama kali gue ngerokok itu gue nyoba filter, waktu itu rasanya sih panas dilidah dan gue langsung batuk-batuk. Tapi bukannya kapok gue malah penasaran, terus besoknya disekolah gue disarankan teman gue buat nyoba rokok mild, katanya itu lebih ringan. Sepulang sekolah (kebetulan gue pulang sekolah jalan kaki), gue beli lah rokok mild (ketengan), ternyata benar lebih ringan tarikannya dan lebih murah daripada filter yang 1.500, jadi gue bisa beli rokok sama teh gelas hahaha. Saat itu gue masih ekskul futsal, tapi udah males-malesan karena gue udah kenal nongkrong, dari situ gue mulai tuh nongkrong (karena gue butuh tempat dimana gue bisa bebas ngerokok). Karena pernah satu hari gue sama teman gue kan baru pulang dari rumah teman gue di kedoya, kita ...