Sepertinya gue punya PR baru lagi, gue harus belajar menjadi orang yang proaktif, untuk mewujudkan the best version of wiicak.
Caranya adalah, gue harus fokus pada "menjadi" bukan "mempunyai", gue harus fokus pada pengembangan diri, gue lebihbaik mengatakan 'gue harus "menjadi" lebih sabar' daripada mengatakan 'seandainya gue "mempunyai" orangtua yang tidak suka marah-marah, tidak pilih kasih, tidak bawel dan suka ngatur tapi tidak mau dikritik'. Sebenarnya masih banyak keresahan gue. Tapi fokus gue bukan untuk menjadi kritikus.
Sebenarnya seperti apa orang proaktif itu? Bersikap proaktif lebih dari sekadar mengambil inisiatif. Bersikap proaktif berarti bertanggung jawab atas perilaku kita sendiri, baik dimasa lalu, masa kini, maupun masa mendatang. Pendekatan proaktif terhadap suatu kesalahan adalah dengan langsung mengakuinya, memperbaikinya dan belajar darinya. Hal ini benar-benar mengubah kegagalan menjadi keberhasilan.
Masalahnya adalah, gue kalau bikin kesalahan dan diomelin orang, gue pasti akan teriak lebih kencang daripada yang ngomelin gue, gue terlalu gengsi untuk mengakui kesalahan, padahal sudah jelas-jelas gue yang salah, harga diri gue tidak ternilai harganya haha, pokoknya metafora perang sudah tertanam dipikirkan gue. Jika ada perang, maka harus ada pihak yang menang dan kalah, dan gue merasa harus selalu menang. Kan tadi dibilang kalau pendekatan proaktif terhadap suatu kesalahan adalah dengan langsung mengakuinya, memperbaikinya dan belajar darinya. Nah itu yang harus gue pelajarin untuk menjadi orang yang proaktif.
Selama ini gue masih menjadi orang yang reaktif. Gue cenderung tidak mau mengakui kesalahan, tidak memperbaikinya dan belajar darinya. Biasanya hal ini membuat gue menipu diri dan sering melibatkan rasionalisasi (kebohongan yang rasional) pada dirinya sendiri dan orang lain.
Gue harus menulis naskah yang baru dan lebih efektif, karena naskah yang lama (yang membawa gue ke kegagalan ini) penuh dengan kebiasaan yang tidak efektif. Karena gue tidak harus hidup dengan naskah seperti itu, fokus gue adalah untuk memenangkan pertempuran bukan perang, it's wiicak vs wiicak, make sure wiicak win (ini wiicak vs wiicak, pastikan wiicak menang).
Jadi, gue harus bisa merubah kebiasaan lama gue yang tidak efektif menjadi lebih efektif. Salah satu caranya adalah dengan "merujuk pada tujuan akhir", dengan itu jika gue melakukan kebiasaan yang tidak efektif lagi gue langsung teringat pada tujuan akhir gue yaitu menjadi the best version of wiicak. Itu akan menjadi semacam pengingat bagi gue.
Jadi, gue harus bisa merubah kebiasaan lama gue yang tidak efektif menjadi lebih efektif. Salah satu caranya adalah dengan "merujuk pada tujuan akhir", dengan itu jika gue melakukan kebiasaan yang tidak efektif lagi gue langsung teringat pada tujuan akhir gue yaitu menjadi the best version of wiicak. Itu akan menjadi semacam pengingat bagi gue.
Thank you telah membaca tulisan gue, see you 👌

Comments
Post a Comment