Semoga tulisan ini dapat menemani masa-masa kita #dirumahaja.
Ada hal yang bisa kita kendalikan dan yang tidak bisa kita kendalikan.
Apa saja hal yang bisa kita kendalikan dan yang tidak bisa kita kendalikan? Baca uraian dibawah ini.
Tidak bisa kita kendalikan:
Tindakan orang lain
Opini orang lain
Popularitas kita
Kesehatan kita
Kekayaan kita
Kondisi saat kita lahir
Segala sesuatu diluar pikiran dan tindakan kita.
Bisa kita kendalikan:
Pertimbangan, opini atau presepsi kita
Keinginan kita
Tujuan kita
Segala sesuatu yang merupakan pikiran dan tindakan kita sendiri.
(Loh bukannya kesehatan dan kekayaan itu bisa kita kendalikan? Kan bisa kita dapatkan).
Disini pentingnya memahami bahwa kendali bukan hanya soal kemampuan kita memperoleh tetapi juga mempertahankan.
Okelah kita bisa mendapatkan kekayaan, tapi itu semua bisa lenyap dalam sekejap, kita bisa kemalingan atau usaha kita bangkrut. Setali tiga uang dengan kesehatan, okelah kita bisa jaga kesehatan dengan cara menjaga makan dan rutin berolahraga, demi tercapainya tujuan panjang umur. Tapi kalau tiba-tiba dijalan kita kecelakaan, gimana?.
Ini persis seperti istilah yang sering kita dengar 'manusia hanya bisa berencana, tuhan yang menentukan'.
Ini pelajaran buat gue, dalam kondisi yang gue alami sekarang (lagi proses pemulihan). Gue sering kali berdoa sambil menentukan gue harus pulih kapan (gue sering banget nih minta pulih sebelum lebaran). Tapi, sekarang gue sadar kalau itu haknya Allah mau memulihkan gue kapan dan itu hal diluar kendali gue, gue yakin dan percaya bahwa rencana Allah lebih Indah daripada rencana kita.
![]() |
| Tuhan berkata: tetap sabar, waktu saya sempurna. Saya memiliki sesuatu yang lebih besar yang direncanakan untuk Anda, dan percayalah, Anda akan menyukainya |
Lebih baik gue fokus pada hal yang bisa gue kendalikan, yaitu tindakan gue. Dan menyerahkan sepenuhnya urusan memulihkan kepada Allah, tapi bukan berarti gue boleh leha-leha sambil menunggu mukjizat datang, terus apa rencana gue agar tujuan gue tercapai? Rencana gue adalah dengan tetap konsisten menjalankan 3B (berdoa, bertahan dan berlatih).
Gue sih percaya kalau gue bisa menang dengan bertahan. Dalam filosofi teras, kemenangan atas cobaan dan kesusahan hidup diperoleh dengan bertahan dan membuat lawan kita lelah.
Jadilah seperti tebing dipinggir laut yang terus dihujam ombak, tetapi tetap tegar dan menjinakkan murka air di sekitarnya -Marcus Aurelius.
Gue sih percaya kalau gue bisa menang dengan bertahan. Dalam filosofi teras, kemenangan atas cobaan dan kesusahan hidup diperoleh dengan bertahan dan membuat lawan kita lelah.
Jadilah seperti tebing dipinggir laut yang terus dihujam ombak, tetapi tetap tegar dan menjinakkan murka air di sekitarnya -Marcus Aurelius.
Thank you telah membaca tulisan gue, see you 👌
Stay confident yet humble

Comments
Post a Comment