Ya gue tahu, gue payah dalam mengendalikan amarah, tingkat perkembangan emosional gue masih rendah.
Gue harus mengambil langkah pertama menuju perubahan, dan ini proses yang membutuhkan waktu. Tidak ada jalan pintas, jika gue berada dilevel 2, dan gue ingin berada dilevel 5, maka gue harus melalui level 3 dan 4 dulu sebelum sampai dilevel 5.
Untuk berhubungan secara efektif, gue harus belajar mendengarkan. Ini memerlukan kekuatan emosional, mendengarkan memerlukan kesabaran, keterbukaan dan keinginan untuk mengerti.
Kenapa sih gue harus mengupgrade tingkat perkembangan emosional gue? Karena gue tidak mau hubungan gue dengan anak, istri gue nanti tidak terbuka, karena mereka takut akan akibatnya jika menceritakan kelemahan mereka, gue bisa saja main bentak dan menjadi pemimpin yang diktator (laukan ini, lakukan itu). Mungkin saja mereka nurut, tapi itu hanya diluar saja, mereka berontak didalam. Gue menjadi contohnya.
Itu terjadi pada gue, gue tidak terbuka pada orangtua gue karena jika gue menceritakan kelemahan gue, mereka akan menyerbu masuk, untuk memperbaiki segala sesuatunya dengan nasihat baik. Tetapi gagal meluangkan waktu untuk mendiagnosis, untuk benar-benar mengerti secara mendalam masalahnya. Karena itu juga gue jika dibilangin ortu gue, gue iya iya doang. Tapi prakteknya beda lagi, karena jika gue protes, mereka tambah ceramahin gue dan gue males dengernya. Akhirnya komunikasi kita jadi tidak terbuka dan hanya satu arah Gue tidak mau ini terjadi pada hubungan istri dan anak gue kelak.
Didunia ini ada hal yang bisa kita kendalikan dan yang tidak bisa kita kendalikan. (Lho apa hubungannya?) Jadi gini, kelak istri dan anak gue adalah manusia, yang artinya gue harus siap dengan hal yang tidak bisa kita kendalikan, misalnya: mereka bisa meninggalkan gue kapan saja. Nah, makanya gue harus fokus pada hal yang bisa kita kendalikan, seperti: gimana hubungan gue dengan mereka dan bagaimana gue memperlakukan mereka. Jadi gue harus buat internal goal, gue harus memastikan kalau internal goal gue itu tercapai. Jadi, jika nanti terjadi sesuatu diluar kendali kita, setidaknya gue sudah menjalankan apa yang bisa kita kendalikan dengan baik.
Didunia ini ada hal yang bisa kita kendalikan dan yang tidak bisa kita kendalikan. (Lho apa hubungannya?) Jadi gini, kelak istri dan anak gue adalah manusia, yang artinya gue harus siap dengan hal yang tidak bisa kita kendalikan, misalnya: mereka bisa meninggalkan gue kapan saja. Nah, makanya gue harus fokus pada hal yang bisa kita kendalikan, seperti: gimana hubungan gue dengan mereka dan bagaimana gue memperlakukan mereka. Jadi gue harus buat internal goal, gue harus memastikan kalau internal goal gue itu tercapai. Jadi, jika nanti terjadi sesuatu diluar kendali kita, setidaknya gue sudah menjalankan apa yang bisa kita kendalikan dengan baik.
Pesan Epictetus, karena anak, istri dan orang-orang terkasih di sekitarmu itu fana/mortal, hargailah setiap momen bersama mereka.
Thank you telah membaca tulisan gue, see you 👌
confident yet humble

Comments
Post a Comment