Ego Anda bukanlah kekuatan yang harus Anda puaskan pada setiap kesempatan. Ego dapat diatur. Ego dapat diarahkan.
Jadi gini, gue kan lagi baca buku 'EGO IS THE ENEMY' karya Ryan Holiday. Sesaat gue teringat, kalau dulu gue itu terlalu sering memuaskan ego yang ada dalam diri gue, disitu di sebutkan jika ego sering berbisik 'gue tahu segalanya', nah gue menuruti itu sehingga gue jadi males mempelajari hal-hal baru.
Ya, gue menyadari kalau salah satu alasan gue males mempelajari hal-hal baru, diperkuat dengan ketidak cocokan gue dengan pelajaran sekolah/akademik. Tapi jika memang gue gak cocok dengan pelajaran sekolah, kan gue bisa mempelajari pelajaran non akademik, seperti yang sedang gue pelajari sekarang. (Ah, itu hanya bisa-bisanya gue aja bikin alasan).
Disitu juga dijelaskan, jika ego adalah saudara jahat dari kesuksesan. Kesuksesan membutuhkan kerendahan hati, kerendahan hati untuk terus belajar dan mau mendengarkan kritik. Ego dalam diri kita selalu mengatakan bahwa 'gue tahu segalanya' dan 'gue lebih baik dari kalian', itu yang menyulitkan kita menggapai kesuksesan. Let say kita udah menggapai kesuksesan, sukses itu kan tidak pernah final, kita masih harus terus mempelajari hal-hal baru dan kita juga perlu umpan balik untuk memperbaiki diri, tapi jika kita masih terus memuaskan ego, kesuksesan akan cepat berlalu.
Gue sangat berterima kasih kepada Allah atas kesempatan yang diberikan. Karena jika gak ada musibah ini, pasti gue masih memelihara kebiasaan buruk gue, dan pada akhirnya gue kesulitan menggapai kesuksesan. Padahal Allah bisa aja membiarkan gue memanen apa yang telah gue tanam. Tapi karena Allah maha pengasih lagi maha penyayang, gue gak dibiarkan merasakan itu.
Wicak gak menyesal, Wicak menjadikan itu sebagai pengalaman pembelajaran.
Cukup sekian dan terima Kasih.
Semangat rakaa☺️☺️
ReplyDelete