Skip to main content

Posts

Mau jadi apa WARNE

    Gue dari dulu punya satu mimpi buat warne, gue pengen ada regenerasi supaya warne ini gak cuma jadi tongkrongan yang numpang lewat, gue pengen warne tetap menjadi tempat silahturahmi kita sampai tua nanti.  Hingga tercetus lah ide untuk menjadikan warne sebagai tongkrongan angkatan. Jadi setiap angkatan di 127 nongkrong di warne mulai dari angkatan 2013. Awalnya kita ngajakin angkatan 2014, tapi mereka nolak, dengan alasan angkatan mereka sudah punya tongkrongan sendiri. Gagal tuh plan A, disitu gue kesel. Kita sempat mau nyerang tongkrongan mereka, udah kita samperin ke permata hijau, tapi mereka lagi gak nongkrong.  Sekarang gue gak perlu khawatir lagi tentang regenerasi warne, sejujurnya gue gak nyangka warne bisa bertahan sampai 11 tahun, soalnya dulu WARNE termasuk tongkrongan yang telat. Ketika tongkrongan lain udah bikin tas, hoodie dengan identitas tongkrongan nya. Sementara kita belum, makanya pas gue dengar warne mau bikin hoodie, gue maksain ikut walau...
Recent posts

Warne Satoe Dekade

 Jadi gini. Sejujurnya, gue dulu punya kekhawatiran buat Warne, kalau tongkrongan ini akan bubar setelah kita (127. 2013) selesai sekolah, ada beberapa faktor yang melandasi kekhawatiran gue itu.  Faktor pertama. Karena pada awalnya Warne kan cuma tongkrongan sekolah. Otomatis, yang nongkrong itu-itu aja, ramenya kalau ada acara kumpul angkatan doang, tapi pas kita SMA mulai ada tuh orang luar yang ikut nongkrong. Faktor kedua. Karena dulu basecamp kita pindah-pindah. Alasannya beda-beda ada yang karena terlalu rame, ada yang gara-gara rame doang tapi gak jajan (Alasan ini kocak sih). Gue kadang iri sama tongkrongan lain yang punya basecamp tetap, gak harus pindah-pindah.  Faktor ketiga. Karena Warne isinya kebanyakan 127. 2013, waktu SMA kita kan sekolahnya beda-beda, kan kalau SMA punya tongkrongan masing-masing di sekolah, nah gue khawatirnya Warne jadi terlupakan.  Faktor keempat. Karena dulu Warne suka bikin onar, kita pernah bentrok sama tongkrongan tetangga, p...

AWARENESS

  Akhirnya gue sampai pada kesadaran bahwa hidup ini singkat maka harus seimbang antara bersenang-senang dan belajar. Jika lu hanya fokus pada satu saja, lu akan kehabisan waktu untuk mengerjakan yang lain.   Di kehidupan gue y ang pertama kebiasaan gue benar-benar tidak seimbang, gue hanya menghabiskan waktu untuk bersenang-senang tanpa memedulikan yang lain.   Alasan dulu gue malas belajar karena gue tahunya belajar ya sekolah. Sementara gue benci sekolah, alasan gue benci sekolah karena gue tipe orang yang hanya menerima peraturan yang gue rasa bermanfaat buat gue, inget lho 'yang gue rasa bermanfaat buat gue' . Kan banyak peraturan yang dibuat dengan dalih 'ini bermanfaat buat kamu', dan gue juga gak nerima peraturan yang sewenang-wenang, sementara di sekolah banyak peraturan seperti itu.   Kita sering bertemu orang dengan pola pikir bahwa belajar hanya di sekolah dan ngapain belajar, kan udah lulus sekolah, termasuk gue dulu. Namun, setelah gue tahu bahwa itu...

EGO IS THE ENEMY

  Ego Anda bukanlah kekuatan yang harus Anda puaskan pada setiap kesempatan. Ego dapat diatur. Ego dapat diarahkan. Jadi gini, gue kan lagi baca buku 'EGO IS THE ENEMY' karya Ryan Holiday. Sesaat gue teringat, kalau dulu gue itu terlalu sering memuaskan ego yang ada dalam diri gue, disitu di sebutkan jika ego sering berbisik 'gue tahu segalanya', nah gue menuruti itu sehingga gue jadi males mempelajari hal-hal baru. Ya, gue menyadari kalau salah satu alasan gue males mempelajari hal-hal baru, diperkuat dengan ketidak cocokan gue dengan pelajaran sekolah/akademik. Tapi jika memang gue gak cocok dengan pelajaran sekolah, kan gue bisa mempelajari pelajaran non akademik, seperti yang sedang gue pelajari sekarang. (Ah, itu hanya bisa-bisanya gue aja bikin alasan). Disitu juga dijelaskan, jika ego adalah saudara jahat dari kesuksesan. Kesuksesan membutuhkan kerendahan hati, kerendahan hati untuk terus belajar dan mau mendengarkan kritik. Ego dalam diri kita selalu mengatak...

Kesempatan kedua

Jika masa lalu penuh dengan pikiran dan perbuatan negatif, maka anda bisa mengubahnya ke arah positif. Jika anda sadar bahwa semua yang terjadi pada masa lalu tidaklah baik, maka mulailah mengubah sikap dan tingkah laku sedikit demi sedikit. Dengan demikian, mulai timbul perasaan bangga dalam diri bahwa anda dapat menangani situasi sesuai keinginan anda. Akhirnya, hal ini akan berkontribusi terhadap terbentuknya harga diri yang tinggi.  (Itu adalah kutipan dari buku 'cara mudah berdamai dengan diri sendiri'). (Tujuan gue bukan untuk menjadi lebih baik dari orang lain, tetapi untuk menjadi lebih baik dari gue ddulu)  Jadi gini, jelek-jelek gini gue pernah TPA lho, dan prestasi terbaik gue di TPA itu adalah gue pernah peringkat 8, dari 9 murid (haha gak deng). Masuk SD gue mulai sholat maghrib di masjid sama teman-teman, tapi ya gak selalu sholat sih. Masuk SMP gue mulai sholat dzuhur berjamaah disekolah, itu juga gue bercanda, biasanya gue isengin orang dengan cara ...

Change your habit, wiicak!

Semoga tulisan ini dapat menemani masa-masa kita #dirumahaja Setelah gue pikir-pikir lagi, gue jadi semakin yakin buat menghentikan kebiasaan gue merokok (setelah gue pulih).  Jadi gini, gue pertama ngerokok itu kelas 1 SMP. Pertama kali gue ngerokok itu gue nyoba filter, waktu itu rasanya sih panas dilidah dan gue langsung batuk-batuk. Tapi bukannya kapok gue malah penasaran, terus besoknya disekolah gue disarankan teman gue buat nyoba rokok mild, katanya itu lebih ringan. Sepulang sekolah (kebetulan gue pulang sekolah jalan kaki), gue beli lah rokok mild (ketengan), ternyata benar lebih ringan tarikannya dan lebih murah daripada filter yang 1.500, jadi gue bisa beli rokok sama teh gelas hahaha. Saat itu gue masih ekskul futsal, tapi udah males-malesan karena gue udah kenal nongkrong, dari situ gue mulai tuh nongkrong (karena gue butuh tempat dimana gue bisa bebas ngerokok). Karena pernah satu hari gue sama teman gue kan baru pulang dari rumah teman gue di kedoya, kita ...

Menghilangkan emosi negatif

Semoga tulisan ini dapat menemani masa-masa kita #dirumahaja Saat gue baca buku FILOSOFI TERAS, ada bab yang menarik perhatian gue, yaitu bab mengenai "hidup selaras dengan alam". Hmmm menarik dicoba nih, untuk menghilangkan emosi negatif gue.  Stoisisme menekankan satu-satunya hal yang di miliki manusia yang membedakannya dari binatang adalah nalar, akal sehat, rasio. Manusia yang hidup selaras dengan alam adalah manusia yang hidup sesuai desainnya, yaitu makhluk bernalar.  Hidup selaras dengan alam untuk manusia artinya kita harus menggunakan nalar. Saat kita tidak menggunakannya, praktis kita tidak beda dengan binatang.  Coba kita pikirkan situasi-situasi dimana kita mungkin kehilangan nalar, akal sehat atau kepala dingin walau hanya sesaat: -kita sedang berkendara dijalan, kemudian kendaraan kita disalip orang. Serta-merta kita emosi dan marah-marah, bahkan sampai mengejar penyerobot tersebut untuk membalas dendam.  -kita mencium wangi parfu...